Kamis, 25 Agustus 2011

Belajar dari ibu Ainun :)

Akhirnya setelah nunggu beberapa hari buku yang na pesen ada juga.:D buku Habibie&Ainun, yang na cari dari buku itu adalah khusus mengenai kehidupan ainun yang memberikan keteladanan dan inspirasi sebagai seorang istri teladan. Karena emang dari awal tujuan na baca karena pengen tau gimana ainun sebagai pendamping hidup yang setia , jadi yang berhubungan dengan sikap ainunnya na sampe baca bolak balik ga cukup sekali. Seselesainya baca sebuku itu na ulang baca baca dari awal lagi sambil ngasih tanda garis dibawah tulisan yang menurut na penting pake pulpen biru, setelah dikumpulin dari hasil tulisan yang udah di tanda tandain tadi akhirnya kesimpulan yang na dapet adalah: Ainun itu selalu hadir memberikan keseimbangan dan menciptakan harmoni dalam kehidupan keluarganya, dengan kerendahan hati untuk memberi suaminya selalu berjalan didepan. bukan hanya itu dalam pribadi ainun yang selalu memancarkan keteduhan, ketulusan, kesenduhan, dengan mata indah yang memukau, beliau jadi penuntun biduk rumah tangga bagaikan lagu yang nada, ritme dan syairnya sudah diorkestra sedemikian rupa sehingga selalu harmonis. “jika saya lelah, Ainun selalu menyapa dengan senyuman dan pandangan mata yang memukau dan selalu saya rindukan” itu potongan kalimat yang paling sering muncul dalam buku yang ditulis oleh pak habibie ini dan selalu ada dalam setiap bab nya. Lebih dari itu, Ainun terus menerus dengan kesabaran dan ketabahan yang tulus memberi dorongan dan mengilhami suaminya dalam segala pekerjaan. Ainun tidak pernah menuntut dan memberi persoalan sehingga suaminya dengan tenang dapat konsentrasi pada pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang dihadapi. Pokonya ainun selalu mendampingi, mendengarkan pemikiran suaminya, selalu sabar, konsisten memberikan semangat, dorongan dan keyakinan bahwa apa yang suaminya laksanakan itu adalah yang terbaik. Ainun juga sangat memperhatikan kesehatan suaminya, beliau ga pernah mengeluh karena tidak kebagian waktu dan ga suka bikin komentar yang menjadikan suaminya gelisah. Yang na garis tebelin di buku itu yaitu Ainun seorang yang religius dan ainun pandai membuat garis pemisah antara kewajiban dalam rumah tangga atau sebagai istri yang mutlak dilakukannya sehari-hari dengan kegiatan sebagai istri pejabat penting Negara. Sikap ainun juga ga berubah mulai sebagai istri seorang ilmuan yang berpenghasilan seadanya bahkan serba kekurangan di negeri rantau, sebagai ibu rumah tangga yang makin disibukkan untuk mengurusi dua anaknya yang masih kecil-kecil, kemudian sebagai istri CEO bidang teknologi MBB perusahaan industry pesawat terbang terpandang di dunia, sampai menjadi istri menteri, wakil presiden dan presiden, lalu kembali menjadi istri rakyat biasa, tidak ada bedanya bagi ainun. Beliau tetap menjadi seorang istri yang tawadhu, tulus dengan kejernihan wajah sehari-hari serta matanya yang memukau. Ainun tidak pernah meninggalkan suaminya dalam keadaan apapun dan dimanapun. Ainun selalu setia memberi semangat, turut meyakinkan peran sebagai ibu, istri yang setia tanpa mengeluh, mengilhami, menenangkan dan menjaga kesehatan suami melaksanakan tugas. Tapi karena ainun tidak pernah mengeluh, selalu tersenyum, cerah dan pendiam, maka sulit bagi suaminya mengetahui keadaan kesehatannya tanpa bertanya langsung. Ainun sering bertanya dan berkonsultasi dengan suaminya, mereka selalu bekerja sama dan berkonsultasi saling menasehati. Ainun memiliki kontak batin yang selalu sama dengan suaminya, isi jiwa mereka selalu sama bagaikan aransemen lagu yang indah dan harmonis. Mereka sering memberi dan menerima informasi tanpa bicara, hanya dengan tatapan mata saja. Ya, Hanya dengan tatapan mata saja tanpa berbicara mereka sering dapat berkomunikasi langsung dan mengerti isi hati serta kehendak masing-masing. Subhanallah, benar benar cinta yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi:)

Mungkin itu sekilas yang na bisa ambil setelah baca buku habibie&ainun, dan masih banyak hikmah lagi sebenernya yang di dapet yang ga na tulis diatas. semoga sedikit kesimpulan kisah dalam buku ini bisa memberi bayangan dan inspirasi resep spiritual untuk membangun rumah tangga yang sakinah khususnya untuk na sendiri dan umumnya buat yang baca tulisan ini.

sungguh skenario yang mempesona! :)

#terimakasih buat seseorang yang recommended na buat baca buku ini. kisah kita pasti lebih indah^^ (insyaAllah)

Aku yakin Tuhan bekerja sesuai dengan prasangka hambaNya, Semoga Dia mentakdirkan kita bersama selamanya... sampai Allah memisahkan sementara kebersamaan kita di duniaNya ini dan mempertemukan kita lagi di syurgaNya nanti. Aamiin.

Jumat, 19 Agustus 2011

waiting for you

Jarak yang memisahkan kita
membuatku mengenalmu lewat Jiwa, bukan lewat Mata

Hingga akhirnya..
Rasa itu hadir entah dari mana
Rasa itu tumbuh dengan cepatnya
Rasa itu adalah untuk kamu ..
Lalu aku menulis nama mu di Hatiku
aku terus memohon petunjuk kepada Rabb ku.

aku hanya bisa bersabar dan terus bersabar dalam penantian
Satu persatu sinyal demi sinyal yang muncul dalam hatiku kukumpulkan

Hingga akhirnya ku yakin Allah bekerja sesuai dengan prasangka hamba-Nya
dan aku yakin Allah memberikan jawaban dengan cara-Nya, kehendak-Nya serta Ilmu-Nya

Kini semua-Nya kukembalikan kembali kepada pemilik hati
Aku ingin menjalankan semua ini dengan syar’i serta diridhoi olehmu ya Rabbi..

Ku memohon kepadaMu agar hamba diberikan ketetapan hati selalu hingga akhirnya waktu yang dinantikan itu datang menghampiri..

Ku hanya bisa berdoa dan berharap agar rasa ini selalu tumbuh dan hinggap menemani nafas-nafasku selama dunia memainkan durasinya hingga akhirnya ragaku pun terhenti...

Betapa besar nikmat Karunia-Mu …
Kau kirimkan padaku dia yang mengisi episode kehidupanku

Terima kasih ya Allah...Mudahkanlah segala sesuatu nya ini
Hingga kelak Ikrar itu pun melafadzkan irama dalam tautan kesaksian dihadapan-Mu ya Tuhan kami..


:)
Aamiin..Amin ya Rabbal’ alamin..

Senin, 15 Agustus 2011

catatan kecil

Harus nunggu berapa juta detik lagi buat aku lupa satu detik aja namanya..?
Perlu ketemu berapa ratus ribu orang lagi buat aku lupa sekali aja bahwa pernah mengenalnya..?
Ga tau nonton berapa puluh ribu film lagi buat aku lupa satu cerita aja tentang dia..?
Butuh berapa ribu kali menutup mata lagi buat aku lupa satu kedipan aja rasanya cinta..?
entah beli berapa ratus lembar buku lagi buat aku lupa nulis satu huruf aja kata rindu..?
Dan berapa puluh kilometer lagi kaki ini melangkah buat aku lupa jalan menuju hatimu..?


ternyata yang aku bisa hanya lupakan pertanyaan pertanyaan tadi, dan berusaha memahami hati bahwa aku tidak bisa memaksa diriku untuk melupakan seseorang yang aku sayang ... bahwa bersabar itu tidak dapat dihitung seberapa banyaknya.. bahwa yang indah itu akan datang dengan sendirinya.. bahwa pengorbanan ini kelak akan menjadi kebahagian yang aku impikan… dan Aku akan terus selalu berusaha memahami bahwa aku boleh menyerah dan berhenti bersabar saat memang sudah waktunya ALLAH mengambilku…

:)
#berharap dia bisa membaca hatiku dan merasakannya...

Rabu, 10 Agustus 2011

I miss how happy I was with you

Allah yang Maha Pemurah...
Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan aku dengannya.

Terima kasih untuk saat - saat dan episode indah
Yang aku lewati walau hanya dengan memandang wajahnya.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang telah kulalui bersamanya.

Wahai Tuhanku Yang Maha Mengerti, Engkaulah yang dapat membolak-balikkan hati, aku tidak meminta engkau untuk menghilangkan rasa sayang ini.. aku hanya memohon, Jagalah rasa terhadapnya agar tidak melampaui batas dan biarkan hati ini utuh hanya untukMu y Rabbi..
Aku datang bersujud di hadapan-Mu...
Sucikanlah hatiku, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidupku.

kelak, akan Allah berikan kado istimewa bagi siapa saja yang mencintaiNya^^
* aku yakin engkau adalah hadiah yang terindah yang akan diberikanNya saat tiba waktunya nanti.:)