”Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita. Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...” -mario teguh-
Ada satu episode yang akan dialami oleh setiap pemeran dalam panggung kehidupan ini. Episode yang klasik, namun tetap mampu melahirkan sensasi fantastik. Sebuah episode hidup yang mampu membumbungkan asa hingga mampu melewati batas biasa. Dan episode itu bernama : episode cinta.. cinta itu hadir untuk menyirami jiwa, menumbuhkannya dan melejitkan potensi-potensi kebaikan yang terpendam lama. Itulah sebabnya setiap sahara jiwa yang terpercik tetes-tetes embun cinta akan berubah menjadi savana hijau yang menyejukkan. Jiwa-jiwa itu bermetamorfosis menjadi jiwa-jiwa baru yang senantiasa memantulkan cahaya kebaikan.
Maka ingatlah bagaimana garam (NaCl) menyempurnakan cintanya. Natrium (Na) bukanlah unsur kimia yang dapat berdiri sendiri. Begitu pula dengan Klorida (Cl). Mereka membutuhkan pasangan untuk membuat kehadiran mereka diyakini dan memberi manfaat. Ketika masih sendiri, Klorida (Cl) termasuk unsur kimia yang berbahaya bagi tubuh. Biasanya berbentuk asam (HCl). Demikian pula dengan Natrium Karbonat, walaupun tidak sebahaya HCl.
Keduanya sama-sama memiliki sisi “negatif”. Namun begitu mereka berdua dengan ikhlas menerima setiap kekurangan dan ketidaksempurnaan, dan kejernihan air diundang untuk menyaksikan ikatan cinta mereka. Maka saat itulah kuncup cinta itu mekar menjadi bunga cinta yang indah sempurna. Terciptalah kristal-kristal garam yang telah kehilangan sifat-sifat “negatif” dari Natrium maupun Klorida yang menyusunnya. Yang tertinggal hanyalah sisi “positif” yang memberikan manfaat.
Itulah kesempurnaan cinta yang dibangun dari dua jiwa yang tidak sempurna. Menghasilkan jiwa baru yang saling genap-menggenapi, saling tumbuh-menumbuhkan, saling menyempurnakan maha karya kehidupan yang dititipkan sang Pencipta.
Jangan berhenti mencintai hanya karena ketidaksempurnaan diri. Senantiasa meluruskan niat, bulatkan tekad, saling menyirami kebaikan satu sama lain, bersabar, saling menguatkan, saling memahami dan halalkan cinta jiwa ini dengan ikatan cinta jiwa yang mengharap cintaNya.
Selamat meng-garam-kan cinta :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar